Fujifilm Masih Enggan Menggunakan Fitur Stabilizer Di Dalam Bodi Kamera Besutannya

Sekarang ini sudah banyak sekali kamera keluaran vendor lain dengan konsep mirrorless. Namun saat ini tak ingin kalah dengan yang lain Fujifilm dikabarkan akan meluncurkan kamera mirrorless terbarunya. Meskipun beberapa pabrikan kamera mirrorless ini menerapkan fitur peredam goyang langsung didalam bodi kamera, namun nampaknya Fujifilm belum tertarik untuk menerapkan kemampuan tersebut di kamera mirrorless besutannya. Salah satu rumor terbaru yang belakangan beredar pun menyebutkan bahwa kamera mirrorless flagship berikutnya dari Fujifilm, X-T3, tak akan dibekali dengan IBIS.


Apabila nanti ternyata benar, hal itu sebenarnya tak mengejutkan. Ini karena Fujifilm pernah mengatakan pihaknya tidak berminat menerapkan IBIS di kamera mirrorless. Dalam sebuah wawancara di awal 2016 lalu, desainer produk senior Fujifilm Takashi Ueno, menerangkan bahwa sistem XF mount yang digunakan di kamera-kamera mirrorless Fujifilm memang tak dirancang agar kompatibel dengan IBIS. Alasan lainnya, Ueno menjelaskan bahwa Fujifilm memprioritaskan kualitas foto dan tak ingin menerapkan aneka koreksi gambar secara digital yang diperlukan untuk penerapan IBIS.

“Diameter mounting lensa (XF mount) kami dirancang untuk menghasilkan image circle tanpa gerakan sensor,” ujar Ueno kepada Fujilove ketika itu. “Berarti, jumlah cahaya di sudut-sudut gambar akan berkurang apabila sensor bergerak. Kami bisa saja mengoreksinya secara digital, tapi kami tak mau melakukannya. Kami tak mau mengurangi kualitas gambar,” imbuh Ueno.

Tentang in-body image stabilizer

Secara umum, teknologi peredam goyangan (image stabilizer) bisa diterapkan dalam tiga bentuk, yakni elektronik melalui manipulasi gambar digital (electronic image stabilization, EIS), dan secara mekanik di unit lensa (optical image stabilization, OIS) atau di sensor kamera (in-body image stabilization, IBIS). Dibandingkan penerapan image stabilization di lensa, IBIS memiliki kelebihan di mana peredaman goyangan bisa diterapkan di semua lensa yang terpasang di lensa tanpa kecuali. Sedangkan, image stabilization di lensa hanya bisa berlaku untuk lensa-lensa yang sedari awal sudah memiliki fitur OIS saja.

IBIS diterapkan dengan cara menempatkan sensor gambar di mounting khusus yang bisa menggerakkan sensor ke arah berlawanan dari gerakan kamera untuk mengkompensasi goyangan sehingga rekaman gambar menjadi lebih stabil, baik untuk foto ataupun video. Di dunia kamera mirrorless, penggunaan IBIS dipelopori oleh Olympus. Belakangan, pemain lain seperti Panasonic dan Sony juga telah menerapkan teknologi ini di produk kamera mirrorless masing-masing.

Pabrikan lain di luar Fujifilm yang belum menerapkan IBIS, Canon, memilih menerapkan stabilisasi secara elektronik (EIS) di kamera mirrorless besutannya untuk meredam goyangan dalam perekaman video. EIS juga diterapkan di produk-produk smartphone masa kini dan seringkali dipadukan dengan OIS agar peredaman goyangan jadi lebih maksimal. Fujilm sejauh ini memilih untuk menerapkan image stabilizer di sebagian lensa zoom buatannya. Lensa-lensa mirrorless Fujifilm yang memiliki fitur tersebut ditandai dengan singkatan “OIS” di akhiran namanya, misalnya Fujinon XF 10-24mm f4R OIS dan XF 55-200mm f3.5-5.6 R LM OIS.
Share

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2015 ArticleCrown